Average Revenue Per User (ARPU) adalah ukuran untuk mengetahui jumlah rata-rata pendapatan yang diperoleh perusahaan telekomunikasi dari konsumen. ARPU diperoleh dengan cara membagi total pendapatan perusahaan dengan jumlah pelanggan atau pengguna jasa operator telekomunikasi. Dengan menggunakan analisis ARPU, sebuah operator telekomunikasi atau internet dapat mengetahui pertumbuhan jangkauan pelanggannya.
Pada setiap tahunnya terjadi variasi dalam nilai ARPU. Pada tahun 2024, ARPU Pascabayar memiliki nilai dan rentang nilai yang paling besar dan mengalami peningkatan yang signifikan dengan rata-rata naik sebesar Rp 11.392, nilai minimum naik hingga Rp 19.631 dan nilai. Di sisi lain, ARPU Prabayar mengalami penurunan pada rata-rata turun sebesar Rp 1.283, nilai minimum turun sebesar Rp 104 dan nilai maksimum turun sebesar Rp 3.800. Untuk ARPU Blended pada tahun 2024, mengalami peningkatan nilai rata-rata sebesar Rp 4.977 dan nilai minimum naik sebesar Rp 29.300. Sementara itu, nilai maksimum ARPU Blended justru mengalami penurunan sebesar Rp 3.133.
Tips: Isi salah satu untuk filter 1 tahun saja, atau isi keduanya untuk rentang.
Kolom yang akan digunakan sebagai label sumbu X
Kolom yang akan digunakan sebagai data sumbu Y (nilai). Centang multiple kolom untuk perbandingan.
💡 Interaktif
| Tahun | Blended (dalam Rp) | Pascabayar (dalam Rp) | Prabayar (dalam Rp) |
|---|---|---|---|
| 2014 | 75.364 | 140.288 | 27.971 |
| 2015 | 51.072 | 135.389 | 38.633 |
| 2016 | 50.618 | 228.513 | 39.764 |
| 2017 | 38.877 | 119.063 | 31.173 |
| 2018 | 43.145 | 104.410 | 55.928 |
| 2019 | 52.764 | 129.547 | 41.684 |
| 2020 | 31.948 | 86.870 | 33.852 |
| 2021 | 34.156 | 77.296 | 31.997 |
| 2022 | 35.841 | 66.784 | 33.211 |
| 2023 | 38.148 | 61.317 | 35.442 |
| 2024 | 37.103 | 72.709 | 34.160 |