Struktur industri telepon di Indonesia terdiri dari telepon tetap kabel (Public Switched Telephone Network/PSTN) dan telepon seluler yaitu telepon nirkabel bergerak penuh. Perkembangan teknologi dan mobilitas masyarakat menyebabkan perubahan pola komunikasi yang berdampak pada industri telekomunikasi dari telepon tetap kabel yang beralih ke telepon nirkabel (seluler). Pelanggan seluler mendominasi jumlah pelanggan jaringan teleponi di Indonesia, sebanyak 98,68% dari pelanggan jaringan teleponi adalah pelanggan seluler, pelanggan PTSN hanya memiliki jumlah pelanggan sebesar 1,32% dari keseluruhan pelanggan jaringan teleponi. Namun demikian, pada 2024 terjadi penurunan pelanggan PSTN yaitu sebesar 49,19% dan penurunan pada pelanggan seluler sebesar 1,38% dari tahun sebelumnya.
Selama periode Tahun 2020–2024 jumlah pelanggan PSTN terus menurun dengan CAGR sebesar -15,9%, sementara jumlah pelanggan seluler relatif stabil meskipun menunjukkan penurunan dengan CAGR sebesar -0,6%.